Sampah Masyarakat Pesisir
Banyak masyarakat
berpikir bahwa laut termasuk di dalamnya wilayah pesisir
merupakan tempat sampah yang
ideal. Laut yang luas diperkirakan mampu menghancurkan atau melarutkan setiap
bahan-bahan yang dibuang ke perairan
laut. Faktanya, laut merupakan suatu sistem ekologis yang mempunyai kemampuan
daya urai yang terbatas. Hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya kegiatan
manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ini menghasilkan
produk-produk yang diperlukan bagi kehidupannya
dan menghasilkan produk
sisa (limbah) yang dapat
menjadi bahan pencemar
(polutan). Cepat atau lambat polutan itu sebagian akan sampai ke daerah pesisir dan laut. Hal ini dapat menyebabkan
masalah pada lingkungan dan masalah kesehatan masyarakat khususnya masyarakat
pesisir dan laut.
Masalah kesehatan merupakan suatu masalah yang sangat
kompleks. Hal ini saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar
kesehatan. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya
dilihat dari segi kesehatannya sendiri tetapi harus dilihat dari seluruh segi
yang ada pengaruhnya terhadap masalah "sehat-sakit". Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan,
baik kesehatan individu maupun kesehatan
masyarakat. Hendrik L. Blum
seorang
pakar di bidang
kedokteran pencegahan mengatakan bahwa
status kesehatan masyarakat dipengaruhi
oleh 4 hal
yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik
(keturunan).
Faktor-faktor ini, berpengaruh langsung pada kesehatan dan saling berpengaruh satu sama
lainnya. Status kesehatan dapat tercapai secara optimal jika keempat faktor ini
secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal. Salah satu faktor saja
berada dalam keadaan yang terganggu (tidak optimal) maka status kesehatan dapat
tergeser ke arah di bawah keadaan optimal.
Banyak
sekali permasalahan lingkungan yang harus dihadapi dan sangat mengganggu
terhadap tercapainya kesehatan lingkungan. Begitu besarnya pengaruh lingkungan
sehingga untuk meningkatkan status kesehatan perlu dilakukan upaya penyehatan
lingkungan yang merupakan usaha pencegahan terhadap penyakit yang berhubungan dengan
lingkungan hidup. Kesehatan lingkungan dapat berakibat positif terhadap kondisi
elemen-elemen hayati dan non hayati dalam ekosistem. Bila lingkungan tidak
sehat maka sakitlah elemennya, tapi sebaliknya jika lingkungan sehat maka sehat
pulalah ekosistem tersebut.
Perilaku
yang kurang baik dari manusia telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan
timbulnya sejumlah masalah sanitasi. Sanitasi meliputi penyediaan air rumah
tangga yang baik, cukup kualitas maupun kuantitasnya, mengatur penggunaan
jamban keluarga, pembuangan sampah, pembuangan air limbah, mendirikan rumah
sehat, dan pembasmian binatang-binatang penyebar penyakit seperti lalat,
nyamuk, kutu-kutu, serta penyakit lainnya.
Sanitasi
lingkungan merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui
pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki dampak
merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.
Masalah
kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan
dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula
pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi
kesehatannya sendiri tetapi harus dilihat dari seluruh segi yang ada
pengaruhnya terhadap masalah kesehatan tersebut.
Wilayah
pesisir memiliki kompleksitas isu, permasalahan, peluang, dan tantangan
tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya Pada kenyataannya memang
sanitasi yang ada di wilayah pesisir, masih banyak menimbulkan masalah
kesehatan terutama dalam penyebaran penyakit di sekitar lingkungan masyarakat
tersebut. apalagi jika ditinjau dari segi kesehatan lingkungannya seperti
sanitasi, dan juga masih terlihat banyak sampah-sampah berserakan di bantaran
sungai, di sekitar permukiman serta di pinggiran pantai, sehingga masih banyak
menimbulkan masalah kesehatan terutama dalam penyebaran penyakit di sekitar
lingkungan masyarakat disana. Penyakit yang berbasis lingkungan diantaranya
malaria, diare, TBC, penyakit kulit, demam berdarah, gangguan gizi, Tipoid/Tifus,
Ispa (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), dan gangguan pencernaan lainnya. Namun
hanya ada 3 penyakit yang berbasis lingkungan, yang paling sering terjadi dan
menyerang masyarakat ialah malaria, diare, dan TBC.