Total Tayangan Halaman

Rabu, 11 Desember 2019

Dampak Sampah Terhadap Masyarakat Pesisir

Sampah Masyarakat Pesisir


Banyak masyarakat  berpikir bahwa  laut termasuk  di dalamnya wilayah  pesisir  merupakan  tempat sampah yang ideal. Laut yang luas diperkirakan mampu menghancurkan atau melarutkan setiap bahan-bahan yang dibuang  ke perairan laut. Faktanya, laut merupakan suatu sistem ekologis yang mempunyai kemampuan daya urai yang terbatas. Hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya kegiatan manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ini menghasilkan produk-produk yang diperlukan bagi  kehidupannya  dan  menghasilkan  produk  sisa  (limbah)  yang  dapat  menjadi  bahan  pencemar (polutan). Cepat atau lambat polutan itu sebagian akan sampai ke daerah pesisir dan laut. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada lingkungan dan masalah kesehatan masyarakat khususnya masyarakat pesisir dan laut.

Masalah kesehatan merupakan suatu masalah yang sangat kompleks. Hal ini saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri tetapi harus dilihat dari seluruh segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah "sehat-sakit".  Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun  kesehatan  masyarakat.  Hendrik  L.  Blum  seorang  pakar  di  bidang  kedokteran  pencegahan mengatakan  bahwa  status  kesehatan  masyarakat  dipengaruhi  oleh  4  hal  yaitu  lingkungan,  perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik (keturunan).

Faktor-faktor ini, berpengaruh langsung pada  kesehatan dan saling berpengaruh satu sama lainnya. Status kesehatan dapat tercapai secara optimal jika keempat faktor ini secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal. Salah satu faktor saja berada dalam keadaan yang terganggu (tidak optimal) maka status kesehatan dapat tergeser ke arah di bawah keadaan optimal.

Banyak sekali permasalahan lingkungan yang harus dihadapi dan sangat mengganggu terhadap tercapainya kesehatan lingkungan. Begitu besarnya pengaruh lingkungan sehingga untuk meningkatkan status kesehatan perlu dilakukan upaya penyehatan lingkungan yang merupakan usaha pencegahan terhadap penyakit yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Kesehatan lingkungan dapat berakibat positif terhadap kondisi elemen-elemen hayati dan non hayati dalam ekosistem. Bila lingkungan tidak sehat maka sakitlah elemennya, tapi sebaliknya jika lingkungan sehat maka sehat pulalah ekosistem tersebut.

Perilaku yang kurang baik dari manusia telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan timbulnya sejumlah masalah sanitasi. Sanitasi meliputi penyediaan air rumah tangga yang baik, cukup kualitas maupun kuantitasnya, mengatur penggunaan jamban keluarga, pembuangan sampah, pembuangan air limbah, mendirikan rumah sehat, dan pembasmian binatang-binatang penyebar penyakit seperti lalat, nyamuk, kutu-kutu, serta penyakit lainnya.

Sanitasi lingkungan merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri tetapi harus dilihat dari seluruh segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah kesehatan tersebut.

Wilayah pesisir memiliki kompleksitas isu, permasalahan, peluang, dan tantangan tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya Pada kenyataannya memang sanitasi yang ada di wilayah pesisir, masih banyak menimbulkan masalah kesehatan terutama dalam penyebaran penyakit di sekitar lingkungan masyarakat tersebut. apalagi jika ditinjau dari segi kesehatan lingkungannya seperti sanitasi, dan juga masih terlihat banyak sampah-sampah berserakan di bantaran sungai, di sekitar permukiman serta di pinggiran pantai, sehingga masih banyak menimbulkan masalah kesehatan terutama dalam penyebaran penyakit di sekitar lingkungan masyarakat disana. Penyakit yang berbasis lingkungan diantaranya malaria, diare, TBC, penyakit kulit, demam berdarah, gangguan gizi, Tipoid/Tifus, Ispa (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), dan gangguan pencernaan lainnya. Namun hanya ada 3 penyakit yang berbasis lingkungan, yang paling sering terjadi dan menyerang masyarakat ialah malaria, diare, dan TBC.